Catatanku | Pondok Muslimah | Free Skin 




End oggix.com ShoutBox -->
Widget_logo



Kabarku dari Twitter



    Wednesday, June 27, 2007

    Yang Iseng (Lagi..??)

    Tentang telpon iseng, sudah beberapa kali kutulis di blog. Entah kenapa, yang iseng lewat telpon sering kualami. Beberapa diantaranya tak kurekam dalam blog. Terakhir, kira-kira akhir tahun lalu. Jadi kukira sudah tak ada lagi kisah si iseng. Kala itu, aku dapat sms-sms yang berbau mesum. Entah siapa, tapi rata-rata bernomor daerah Bandung.

    Nah, kali ini muncul lagi yang iseng. Namun kali ini berbeda dari sebelumnya. Beberapa kali kucuekin tapi dia tetap memberikan sms-sms yang sopan dan kata-kata indah. Bahkan saat kubalas dengan ketusan, "jangan iseng !!"

    :D :D

    Akhirnya kubalas smsnya yang berisi kata-kata yang baik itu dengan sebuah hadits dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Dan selanjutnya komunikasi lewat kutipan hadits dan ayat Al Quran.

    :D :D

    Dan aku ingin semuanya segera berakhir di sini. Saat keadaan masih aman-aman saja. Yah, sebelum kutemukan 'kesebelannya' yang memberiku kesimpulan bahwa semuanya sama saja menyebalkannya.

    :D :D

    ***


    Minggu depan Jadwalnya SPMD. Seorang adikku yang manis, imut-imut, dan mungil (kayak aku nih, heheheh) adis ikutan bertarung dalam ujian itu. Semoga dia berhasil pada ujiannya kali ini.

    Wujudkanlah impian dan perjuangan adikku ini ya Allah...
    Allahumma amiin.

    0 Komentar:

    Post a Comment


    Saturday, June 23, 2007

    Skin baru... Bersemangat !!

    Akhirnya, skinku berubah hari ini. Setelah beberapa hari bertarung dengan jadwal giliran mati lampu, kelar juga nih skin. Alhamdulillah. Dan aku suka hasilnya. Bersemangat !!

    ^_^

    Skin kali ini berwarna menyala seiring dengan semangatku yang sedang menyala. Hihihi, maksudnya supaya selalu terus menyala dan bersemangat. Tapi, tetep aja mencerminkan sisi feminin. That's me...

    Skin yang terdahulu cukup lama juga bertahan, sejak 14 Pebruari 2006. Hingga beberapa hari yang lalu muncul keinginan tuk ganti skin. Idepun keluar saat melihat warna merah. Warna merah sepadan dengan bunga mawar atau tulip. Saat mengecek koleksi gambar bunga-bungaan, ternyata mawar inilah yang kusuka. warna aslinya sebenarnya cenderung oranye. Sedikit dimodifikasi, akhirnya nongol juga mawar merah.

    Skin kali ini cukup berbeda dengan skin pada umumnya. Aku tidak meggunakan beberapa fasilitas, yaitu komentar dan pengarsipan. Arsip dapat dilihat secara manual. Komentar dihapus dari blog. Tidak dapat membuat komentar dan tidak dapat melihat komentar yang lalu. Mungkin, suatu saat komentar akan kucantumkan lagi. Wallahu'alam.

    Sidebar hanya mencantumkan shoutbox. Sedangkan blogroll ditempatkan di bagian bawah blog. Seterusnya, blog hanya menampilkan satu postingan saja.

    Gitu aja deh blog yang kuinginkan sekarang. Skin model lama yang kalem itu masih kupakai di blog sebelah. Karena, aku masih mencintainya. Kalau kangen tinggal melirik ke blog sebelah saja.

    tapi nih, skinnya lom sempurna juga... Masih perlu ada perbaikan

    0 Komentar:

    Post a Comment


    Thursday, June 14, 2007

    Untukmu, Teman...


    Lukamu
    Ingin kubalut
    hingga kutak lagi merasa sakit

    Rapuhmu
    Ingin kudekap dengan kasihku
    walau tak pernah itu terjadi
    kutahu

    Rapuhmu
    dalam bisuku
    kuberdoa pada Allah
    agar yang terbaik menyertaimu
    selalu dalam hidayah-Nya

    Rapuhmu dan rapuhmu
    Ah, kutak sanggup melihat
    dirimu yang rapuh
    semakin rapuh dan rapuh
    hingga menjadi patah

    Teman,
    bukan kutak perduli
    Tak pernah kutak perduli atasmu
    Tapi kutak kuasa
    seakan diri membeku
    melihatmu rapuh patah jatuh dan terluka

    Ya Allah,
    janganlah menjauh dari temanku ini


    *tentang seorang teman yang baru kembali dari Swiss.

    0 Komentar:

    Post a Comment


    Wednesday, June 06, 2007

    Foto photo foto photo

    Ayo, foto dimanakah ini?
    Tepatnya di kawasan Lapangan Merdeka Medan. Ini foto tahun 2000. Kujepret di pertengahan tahun 2000 saat mempersiapkan data untuk tugas akhir. Sebelum kawasan Kesawan Square diberi gerbang. Saat itu, bila melihat ke sudut bangunan ini terasa jauh berbeda dari suasana Medan pada umumnya. Salah satu sudut kota yang kusuka. Tapi kalau suasana lagi tidak padat seperti ini.

    Diperhatikan lebih rinci. Ada beberapa 'ornamen' yang merusak mata. Salah satunya adalah AC yang diletak sembarangan. :D Proteeees aja ya. Memang kami (mahasiswa arsitektur), sudah dilatih sejak awal untuk selalu menjadi TC (tukang caci). Lah, mata kuliah untuk itu juga ada, Teori dan Kritik, namanya. :D :D

    Yang ini masih berada di kawasan Lapangan Merdeka Medan. Tepatnya di sudut diagonal dari gedung pertama di atas. Gedung ini berfungsi sebgai kantor pos pusat. Kayaknya aku baru sekali masuk ke dalamnya.

    Ini Bank Indonesia. Gambar ini diambil dari gedung di sebelahnya. Saat foto ini kutunjukkan kepada Dosen Pembimbing ke-2, Pak Firman, dia ga tau ini foto di mana. Dikiranya bukan di Medan. Wajar sih, si bapak baru beberapa bulan di Medan.

    Nah, yang inilah yang jadi objek tugas akhirku. Gedung ini adalah Balai Kota Lama. Sebenarnya gedung ini tak berfungsi. Lantai dasarnya dipergunakan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Lahan di belakangnya terdapat gedung kantor Dinas pendapatan Daerah. Saat ini, Gedung Balai Kota Lama ini dan gedung Dipenda di belakangnya sedang direnovasi. Bahkan gedung Dipenda yang sebenarnya memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang baik sudah dirobohkan. Gedung Dipenda ini memiliki ciri khas gaya De Sijl, peninggalan bangsa Belanda. Ciri khasnya adalah kotak-kotak. Sebenarnya kalau dipoles dikit, bisa rada matching dengan style minimalis saat ini. Tapi, ga nyambung dengan gedung Balai Kota Lama di depannya.

    Sedikit cerita tentang masa-masa tugas akhir. Awalnya aku gak berniat tuk ngambil Gedung Balai Kota Lama ini menjadi objek tugas akhir. Untuk tugas akhir, aku mengambil kasus Museum Fotografi. Saat itu aku emang lagi keranjingan dengan fotografi. Rencananya aku ngambil lahan kosong untuk didirikan bangunan museum agar lebih bebas berkreasi. Setelah melewati asistensi, saat bertemu dengan Bang Devin, dia mengusulkan Gedung Balai Kota Lama ini. Bang Devin merupakan salah seorang dosen pembimbing. Berat euy. Gedung ini kan termasuk ciri khas Kota Medan, Pastinya banyak rambu-rambu yang harus diperhatikan. Ga bisa bebas dalam mendisain.

    Selain itu, jika aku memilih gedung ini berarti harus dua kali lebih bekerja keras. Mencari data tentang gedung ini dan mengubah konsep rancangan. Dalam artian mengubah konsep yang sudah kubayangkan dan berarti harus mencari literatur lain yang sesuai dengan konsep penerapan disain dalam bangunan tua. Dalam waktu kurang dari sebulan, semua itu harus selesai :D Data, analisa, dan konsep. Kalau tidak ada, berarti aku ga bisa maju ke sidang tahap awal, gugur sebelum berperang. Ini juga berarti 1 semester ini jadi mahasiswa nganggur. Setelah diskusi dengan dosen pembimbing 1, Pak Tavip, dan dosen pembimbing lainnya, ternyata para dosen lebih setuju dengan Gedung Balai Kota Lama ini. Begitulah asal muasalnya pemilihan Gedung ini.

    Mulailah mencara data tentang gedung istimewa ini. Saat itu, gedung sedang diteliti oleh Mr. Mike Ionescu (kayaknya masih salah juga ngejanya :D) yang biasa dipanggil Opa Mike. Akupun bergabung dengan pasukannya. Alhamdulillah saat itu Opa lagi menelitinya jadi aku ga perlu sibuk minta ijin tuk meneliti. Ngurus surat ijin aja dah ngabisin waktu. Si Opa emang baik, aku ga perlu capek-capek ikutan ngukur. Saking baiknya, aku ga dibolehkan manjat menara, padahal aku pengen banget bisa naik ke atasnya :D Mungkin kasian kali ya melihat aku yang badannya mungil ini naik-naik menara. Lewat Kak Ayu, aku dapat beberapa foto dalam menara. Opa Mike yang berasal dari Jerman itu berbaik hati ngasih gambar denah dan tampak dari kedua gedung itu. Selain itu, dia juga sempat memeriksa kerjaanku dan memberikan beberapa masukan positif.

    Beberapa hari nongkrong dan bergaul di sana. Melihat lekuk-lekuk detail dari bangunan, Jumlah tangga, daun pintu, dllnya. Juga menganalisa lingkungan. Nah, kalau sudah berkaitan dengan lingkungan, planalogi, udah masuk ke daerah kekuasaannya Dinas Tata Kota. Alhamdulillah Pak Arif yang menjadi Kadis saat itu juga sangat berbaik hati mau membantu. Dilanjut dengan Pak Budi, kepala Bappeda Kota Medan. Setelah aku tamat, keduanya naik pangkat.

    Bertemu dengan orang-orang yang baik di atas dan juga suasana ruang studio yang menyenangkan, rasanya ga ada alasan tuk setres gara-gara satu dosen yang kurang disukai.

    Itulah sedikit warna warni kehidupanku ^_^

    3 Komentar:

    Blogger artja berkata...

    Assalamu'alaikum...

    mau comment dikit, boleh kan?

    cuma mau bilang, kalau foto-fotonya bikin penasaran, pingin bikin foto gedung2 tua di medan. kelihatannya cukup banyak di medn ya? mudah2an nggak digusur atau diganti dengan gedung dg arsitek modern.

    eh, iya... salam kenal

    11 June, 2007 16:54  
    Blogger rini as berkata...

    @artja
    Ayo hunting ke medan....
    Ntar kalau dah dapat foto-foto yang keren, kasih-kasih info ya.

    Di medan, ada beberapa gedung tua, terutama di kawasan sekitar lapangan merdeka-kesawan.

    Dan beberapa lainnya sudah dirobohkan, dibangun dengan gedung baru termasuk gedung Sun Plaza.....

    16 June, 2007 14:33  
    Blogger lkentang berkata...

    salam kenal mbak,
    mau minta tolong neh mbak....
    mbak punya g gambar denah kantor pos... ada tugas dari kampus nih mabak...

    oh iya makasi yah mbak

    01 September, 2010 18:24  

    Post a Comment


    Monday, June 04, 2007

    moving to Jakarta ...??

    Ada keinginan tuk pindah ke Jakarta.

    Masjid sudah selesai dibangun, ruangan tuk belajar udah ada. Ummiy pun makin semangat motivasi kita-kita untuk mengisi sarana-sarana yang sudah ada itu. Akupun diminta menjadi salah satu guru TK. Jumlah tenaga kita emang masih dikit. Jumlah akhwat di sini masih dikit. Berat juga tuk ditinggalin

    Moving to Jakarta. Mudah-mudahan ada saat yang tepat, nanti... Tapi, jikapun tidak ada, pastinya di Medan jauh lebih baik.

    ***

    Ingat masa-masa kuliah dulu. Seorang dosen berusaha memperlambat kelulusanku. Karena dia, aku harus mengulang sebuah mata kuliah Studio Perancangan. Mengulang di sini, harus menunggu 1 tahun berikutnya. Alhamdulillah beasiswa yang kuterima tidak berdasarkan jumlah tahun melainkan hingga selesai kuliah. Beasiswa bisa dipergunakan untuk memenuhi biaya-biaya yang keluar selama mengulang mata kuliah studio tersebut.

    Hingga saat tugas akhir. Alhamdulillah, walau terlambat 1 tahun, aku masih bisa bersama-sama teman-teman 1 'gang' melewati masa-masa tugas akhir. Untuk menghindari si dosen x itu, aku sudah merancang sebuah strategi. Biasa tugas akhir terbagi atas beberapa kelompok. Masing-masing siswa diberi kebebasan ntuk memilih dosen pembimbing 1, selama dosen itu setuju.

    Agar tak satu kelompok sidang dengan dosen x itu, aku memilih dosen yang biasanya tidak satu kelompik dengan si dosen x. "Lamaran" diajukan buat si dosen pembimbing. Alhamdulillah, lamaran disetujui. Padahal dosen ini termasuk dosen yang cerewet tapi aku yakin dengan kemampuannya. Dia tidak akan mau menjatuhkan mahasiswa bimbingannya di sidang meja hijau. Dua temanku lainnya juga memilih dosen pembimbing yang sama denganku. Senengnya... Namun 1 temen dekatku diminta si dosen x tuk jadi mahasiswa bimbingannya. Temanku setuju. Ini berarti kita akan beda ruangan, beda kelompok. Berpisah.

    Dosen pembimbingku tau kalau kami 4 orang ini teman kompak, dekat. Saat itu dia adalah kordinator tugas akhir. Lewat keputusannya, akhirnya kami dibuat satu kelompok. Dosen pembimbingku memilih tuk bergabung satu kelompok dengan kelompok sidang si dosen x. Huaaaah..... .... Begitu tau kabar itu, lemes dah rasanya. Apatis. Dosen x yang sudah dihindari, malah dia datang. QadrAllah. Ga tau deh itu keputusan si dosen pembimbing atau emang permintaan si dozen x tuk satu kelompok sidang denganku.

    Tugas akhir yang 6 bulan itu dilewati dengan deg degan. Semoga aku tidak dibuat susah oleh si dosen x. Duh, salahku padanya apa ya...

    Enam bulanpun berlalu. Suka duka kalau dilewati bersama sobat-sobat yang baik dan dosen pembimbing yang memang membimbing emang menyenangkan. Alhamdulillah, saat sidang presentasi, sidang 1, 2 hingga meja hijau dilewati dengan baik walau sempat juga rasanya mau nangis saat berhadapan dengan si dosen x. Aku berhasil mendapatkan nilai B+. Alhamdulillah. Info dari dosen pembimbing lainnya, si dosen x memberiku nilai yang rendah hingga aku tak bisa diajukan tuk dapat nilai A. Ah, B+ pun sudah baik...

    Aku juga ingat bagaiamana reaksi wajahnya saat aku, dan teman-teman menjenguk ke rumah sakit saat orang tua dan anaknya sakit. Kayaknya dia ga nyangka akan kujengut setelah apa yang dilakukannya. Hmmm, ummat Islam emang harus mudah memaafkan.

    0 Komentar:

    Post a Comment


    Saturday, June 02, 2007

    Kadang aku berpikir.
    Ya, aku terlalu lembut dan pendiam. Kelembutan ini menjadi sebuah kelemahan. Alhamdulillah hingga saat ini Allah masih melindungiku dari orang-orang yang berniat jahat padaku.
    Belakangan ini aku sedang belajar tuk dapat lebih 'speak up' daripada hanya diam saja. Terasa dan terbukti memang lebih baik. Tapi, keheningan ternyata lebih memilihku menjadi sahabatnya.

    ^_*

    And I love it...

    0 Komentar:

    Post a Comment


    Perilaku Seindah Az-Zahrah


    Free Islamic Blogger Skin



     

    Free Web Counter
    ^semua hak guna rini @ 2007^