Catatanku | Pondok Muslimah | Free Skin 




End oggix.com ShoutBox -->
Widget_logo



Kabarku dari Twitter



    Wednesday, June 06, 2007

    Foto photo foto photo

    Ayo, foto dimanakah ini?
    Tepatnya di kawasan Lapangan Merdeka Medan. Ini foto tahun 2000. Kujepret di pertengahan tahun 2000 saat mempersiapkan data untuk tugas akhir. Sebelum kawasan Kesawan Square diberi gerbang. Saat itu, bila melihat ke sudut bangunan ini terasa jauh berbeda dari suasana Medan pada umumnya. Salah satu sudut kota yang kusuka. Tapi kalau suasana lagi tidak padat seperti ini.

    Diperhatikan lebih rinci. Ada beberapa 'ornamen' yang merusak mata. Salah satunya adalah AC yang diletak sembarangan. :D Proteeees aja ya. Memang kami (mahasiswa arsitektur), sudah dilatih sejak awal untuk selalu menjadi TC (tukang caci). Lah, mata kuliah untuk itu juga ada, Teori dan Kritik, namanya. :D :D

    Yang ini masih berada di kawasan Lapangan Merdeka Medan. Tepatnya di sudut diagonal dari gedung pertama di atas. Gedung ini berfungsi sebgai kantor pos pusat. Kayaknya aku baru sekali masuk ke dalamnya.

    Ini Bank Indonesia. Gambar ini diambil dari gedung di sebelahnya. Saat foto ini kutunjukkan kepada Dosen Pembimbing ke-2, Pak Firman, dia ga tau ini foto di mana. Dikiranya bukan di Medan. Wajar sih, si bapak baru beberapa bulan di Medan.

    Nah, yang inilah yang jadi objek tugas akhirku. Gedung ini adalah Balai Kota Lama. Sebenarnya gedung ini tak berfungsi. Lantai dasarnya dipergunakan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Lahan di belakangnya terdapat gedung kantor Dinas pendapatan Daerah. Saat ini, Gedung Balai Kota Lama ini dan gedung Dipenda di belakangnya sedang direnovasi. Bahkan gedung Dipenda yang sebenarnya memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang baik sudah dirobohkan. Gedung Dipenda ini memiliki ciri khas gaya De Sijl, peninggalan bangsa Belanda. Ciri khasnya adalah kotak-kotak. Sebenarnya kalau dipoles dikit, bisa rada matching dengan style minimalis saat ini. Tapi, ga nyambung dengan gedung Balai Kota Lama di depannya.

    Sedikit cerita tentang masa-masa tugas akhir. Awalnya aku gak berniat tuk ngambil Gedung Balai Kota Lama ini menjadi objek tugas akhir. Untuk tugas akhir, aku mengambil kasus Museum Fotografi. Saat itu aku emang lagi keranjingan dengan fotografi. Rencananya aku ngambil lahan kosong untuk didirikan bangunan museum agar lebih bebas berkreasi. Setelah melewati asistensi, saat bertemu dengan Bang Devin, dia mengusulkan Gedung Balai Kota Lama ini. Bang Devin merupakan salah seorang dosen pembimbing. Berat euy. Gedung ini kan termasuk ciri khas Kota Medan, Pastinya banyak rambu-rambu yang harus diperhatikan. Ga bisa bebas dalam mendisain.

    Selain itu, jika aku memilih gedung ini berarti harus dua kali lebih bekerja keras. Mencari data tentang gedung ini dan mengubah konsep rancangan. Dalam artian mengubah konsep yang sudah kubayangkan dan berarti harus mencari literatur lain yang sesuai dengan konsep penerapan disain dalam bangunan tua. Dalam waktu kurang dari sebulan, semua itu harus selesai :D Data, analisa, dan konsep. Kalau tidak ada, berarti aku ga bisa maju ke sidang tahap awal, gugur sebelum berperang. Ini juga berarti 1 semester ini jadi mahasiswa nganggur. Setelah diskusi dengan dosen pembimbing 1, Pak Tavip, dan dosen pembimbing lainnya, ternyata para dosen lebih setuju dengan Gedung Balai Kota Lama ini. Begitulah asal muasalnya pemilihan Gedung ini.

    Mulailah mencara data tentang gedung istimewa ini. Saat itu, gedung sedang diteliti oleh Mr. Mike Ionescu (kayaknya masih salah juga ngejanya :D) yang biasa dipanggil Opa Mike. Akupun bergabung dengan pasukannya. Alhamdulillah saat itu Opa lagi menelitinya jadi aku ga perlu sibuk minta ijin tuk meneliti. Ngurus surat ijin aja dah ngabisin waktu. Si Opa emang baik, aku ga perlu capek-capek ikutan ngukur. Saking baiknya, aku ga dibolehkan manjat menara, padahal aku pengen banget bisa naik ke atasnya :D Mungkin kasian kali ya melihat aku yang badannya mungil ini naik-naik menara. Lewat Kak Ayu, aku dapat beberapa foto dalam menara. Opa Mike yang berasal dari Jerman itu berbaik hati ngasih gambar denah dan tampak dari kedua gedung itu. Selain itu, dia juga sempat memeriksa kerjaanku dan memberikan beberapa masukan positif.

    Beberapa hari nongkrong dan bergaul di sana. Melihat lekuk-lekuk detail dari bangunan, Jumlah tangga, daun pintu, dllnya. Juga menganalisa lingkungan. Nah, kalau sudah berkaitan dengan lingkungan, planalogi, udah masuk ke daerah kekuasaannya Dinas Tata Kota. Alhamdulillah Pak Arif yang menjadi Kadis saat itu juga sangat berbaik hati mau membantu. Dilanjut dengan Pak Budi, kepala Bappeda Kota Medan. Setelah aku tamat, keduanya naik pangkat.

    Bertemu dengan orang-orang yang baik di atas dan juga suasana ruang studio yang menyenangkan, rasanya ga ada alasan tuk setres gara-gara satu dosen yang kurang disukai.

    Itulah sedikit warna warni kehidupanku ^_^

    3 Komentar:

    Blogger artja berkata...

    Assalamu'alaikum...

    mau comment dikit, boleh kan?

    cuma mau bilang, kalau foto-fotonya bikin penasaran, pingin bikin foto gedung2 tua di medan. kelihatannya cukup banyak di medn ya? mudah2an nggak digusur atau diganti dengan gedung dg arsitek modern.

    eh, iya... salam kenal

    11 June, 2007 16:54  
    Blogger rini as berkata...

    @artja
    Ayo hunting ke medan....
    Ntar kalau dah dapat foto-foto yang keren, kasih-kasih info ya.

    Di medan, ada beberapa gedung tua, terutama di kawasan sekitar lapangan merdeka-kesawan.

    Dan beberapa lainnya sudah dirobohkan, dibangun dengan gedung baru termasuk gedung Sun Plaza.....

    16 June, 2007 14:33  
    Blogger lkentang berkata...

    salam kenal mbak,
    mau minta tolong neh mbak....
    mbak punya g gambar denah kantor pos... ada tugas dari kampus nih mabak...

    oh iya makasi yah mbak

    01 September, 2010 18:24  

    Post a Comment


    Perilaku Seindah Az-Zahrah


    Free Islamic Blogger Skin



     

    Free Web Counter
    ^semua hak guna rini @ 2007^