Catatanku | Pondok Muslimah | Free Skin 




End oggix.com ShoutBox -->
Widget_logo



Kabarku dari Twitter



    Sunday, February 24, 2008

    Tebing Tak Tampak, Jurang Tak Tampak

    Untuk anak-anak muda sineas
    yang ingin bebas tanpa batas


    Di tepi desa kami ada sebuah tebing yang curam
    Menghadap ke jurang yang dalam
    Di atas tabing itu ada tanah datar lumayan luasnya
    Di sana anak-anak kecil bisa bermain leluasa
    Berkejar-kejaran, melompat ke sini dan ke sana
    Berteriak-teriak, menjerit-jerit dan tertawa-tawa

    Karena penduduk desa cinta pada anak-anak mereka
    Masih waras dan tak mau anak-anak celaka
    Termasuk juga untuk orang-orang dewasa
    Maka di tepi tebing dibikinkan pagar sudah lama
    Terbuat dari kayu, tua, terbatas kekuatannya
    Agar tidak ada yang kepleset terjatuh ke jurang yang sama

    Tebing itu lima puluh meter tingginya
    Batu-batu besar bertabur di dasarnya
    Semak dan belukar di tepi-tepinya
    Hewan buas dan ular penghuninya
    Kalau orang terjatuh ke dalamnya
    Akan patah, cedera, cacat, dan geger otaknya

    Nah, pada suatu hari
    Anak-anak ABG berdemonstrasi
    Menuntut yang menurut mereka sesuatu yang asasi
    Dengan nada yang melengking dan tinggi
    Tangan teracung, terayun ke kanan dan ke kiri
    Dalam paduan suara yang diusahakan harmoni

    "Kami menolak pagar tebing, apa pun bentuknya
    Kami menuntut kebebasan sebebas-bebasnya
    Bermain, melompat-lompat ke sini dan ke sana
    Berkejar-kejaran tak ada batasnya."

    "Apa itu pagar?
    Kenapa dibatas-batasi?
    Tubuh kami ini hak kami
    Kami menggunakan semau hati sendiri
    Apa itu pembatasan?
    Konsep kuno, melawan kemerdekaan
    Cabut itu pagar, semua robohkan!"

    Demo berlangsung, hiruk-pikuklah terdengar suara
    Heboh seantero kampung dan desa
    Orang-orang bertanya, ini ada apa
    Kok jadi tegang suasana
    Barulah situasi jadi reda karena
    Ternyata yang berdemo itu, anak-anak rabun dan buta

    "Saudara-saudara, ABG-ABG ini jangan dicerca
    Mereka punya kelainan dan instrumen mata
    Banyak yang rabun, mungkin juga buta
    Karena virus datang dari kota, luar desa kita
    Konsep tebing dan jurang, tak masuk akal mereka
    Tak tampak bahaya kedua-duanya
    Beritahu mereka baik-baik, sabar-sabar senantiasa
    Masih banyak urusan lain di desa kita."

    -Karya Taufiq Ismail-

    komentar:
    Puisinya bagus. Terlepas dari kaum yang dituju oleh puisi ini, puisi ini bisa masuk dalam kondisi yang lain.

    4 Komentar:

    Blogger pippip berkata...

    iya bagus puisinya. ada hubungannya dgn lsf dan mfi ya?

    06 March, 2008 13:50  
    Blogger Rini berkata...

    @Abu Taqi, apa tuh Isf n mfi ?

    18 March, 2008 11:45  
    Anonymous Anonymous berkata...

    Asslamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, afwan ukhti>>> ana mau tanya ukhti sdh menikah belum? ana lg mencari pasangan hidup. Jazakillah khoiron.

    05 October, 2009 21:16  
    Blogger andimedan berkata...

    This comment has been removed by the author.

    05 October, 2009 21:32  

    Post a Comment


    Perilaku Seindah Az-Zahrah


    Free Islamic Blogger Skin



     

    Free Web Counter
    ^semua hak guna rini @ 2007^